Teladan Pemeran Cinta

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Jenis Cinta

Rasa cinta (hub) dimiliki oleh setiap manusia; cinta kepada wanita/ pria, anak, harta dll adalah hiasan yang melekat  sebagai suatu bentuk kewajaran sebgai manusia. Cinta sperti ini dikenal dengan cinta yang bersifat thobi’iyah yakni perasaan cinta yang diperoleh tanpa melalui proses belajar.

Ada satu jenis cinta yang wajib diperoleh dengan proses belajar, yakni cinta kepada Allah SWT, perasaan cinta seperti ini disebut cinta yang bersifat  syar’iyyah. Dan sepatutnya orang muslim lebih mengutakan cinta syar’i dari pada thobi’i. Mengapa? Sebab cinta yang bersifat syar’i akan bisa mengendalikan cinta thobi’i kearah yang penuh maslah dan manfaat dunia dan akhirat.

Teladan Pemeran Cinta Syar’i

Satu diantara pemeran cinta syar’i yang kisahnya diabadikan dalam AlQuran adalah Nabi Ibrahim as. Kecintaan kepada anak yang ia idam-idamkan tidak mengalahkan cintanya kepada Allah SWT. Ketika Allah memerintahkan agar menyembelih anak yang ia cintai. Dan dijadikan peristiwa pemenuhan cinta syar’i itu sebagai suatu bentuk peribadahan, yakni ibadah Qurban.

 

Adalah Rasulullah SAW dan para shabat rdhiyallahu anhum, teladan pemeran cinta syar’i juga patut dijadikan contoh. Mereka rela meninggalkan semua yang mereka miliki  memenuhi perintah agar “Hirah”  ke kota Madinah. Perjalanan yang tidak mudah dan sangat jauh untuk ukuran ketika itu. Mengapa mereka mampu melaksanakannya? Jawabnya karena cinta syar’inya lebih mendominasi hatinya ketimbang cinta thobi’i.

Egypt.Deir-al-Madinah.01 (Photo credit: Wikipedia)

Tiga Onderdil Sikap Perusak

Tiga oderdil sikap perusak bagi kepribadian manusia y8aitu:

1. Ujub Terhadap Diri Sendiri

Orang yang Takjub terhadap keberadaan diri sendiri bisanya punya sikap cenderung merasa berjasa terhadap orang lain. Sebaliknya tidak mau tahu dan merasakan jasa orang lain. Kata-kata yang sering dipakai: “Untung ada saya..Kalau tidak ada saya…Berhati-hatilah dengan sikap ini sebab bisa merusak diri pribadi.

2. Mengikuti Hawa Nafsu

Nafsu diciptakan untuk melayani badan jasmani, nah orang yang cenderung menuju kerusakan menjadikan jasmaninya sebagai pelayan hawa nafsu. Manusia punya keterbatasan sebaliknya nafsu tidak punya batas kepuasan. Punya satu ingin dua,punya dua ingin tiga dst.

3. Berangan-angan

Lawan dari angan-angan adalah kenyataan, orang yang hidup dalam angan biasanya sering berhayal untuk menafikan kenyataan yang ada. Atau dalam bahasa mudahnya “kagak berani hadapi kenyataan”.  Oleh karenanya suk2ar menerima kenyataan, dan berpenampilan; berkata dan berbuat tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Ketiga oderdil sikap perusak diatas membawa pelakunya tidak tahu berterimakasih (bersyukur). Sikap seperti ini sungguh-sungguh berbahaya sebab bisa menjadikan  sang pelaku pada sikap  yang lebih tragis yakni  sikap kufur terhadap nikmat Allah SWT.